Latest Post

Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan

Permainan Tradisional Di Jepang

| Selasa, 24 Januari 2017
Baca selengkapnya »
Jepang memiliki banyak mainan tradisional yang telah menghibur anak-anak dari generasi ke generasi. Dalam era modern seperti ini, beberapa mainan tradisional ini masih sangat populer di kalangan generasi muda Jepang. Kebanyakan dari mereka memainkannya pada saat tahun baru.

Inilah 20 mainan tradisional Jepang:


1. Koma (Gasing)



Komabisa terbuat dari berbagai material/bahan dan terdiri dari beberapa tipe. Cara mainnya adalah dengan memutarkan gasing menggunakan tali. Beigoma, sejenis Koma, sangat popular di Jepang pada tahun 1920an, terbuat dari besi.


2. Tako (Layangan)



Layangan di Jepang terdiri dari berbagai macam bentuk dan ukuran, serta sering dihiasi dengan gambar. Ada permainan perang layangan, dimana setiap pemain saling berusaha memutuskan benang layangan para lawannya.

3. Takeuma (Egrang)



Cara bermain Takeuma sama dengan bermain egrang di Indonesia. Pemain berjalan dengan menggunakan 2 buah tongkat panjang yang dipasangkan papan kecil di tiap tongkat sebagai pijakan. Semakin tinggi papan, maka akan semakin sulit untuk menyeimbangkan badan.

4. Ohajiki/B-dama



Ohajiki adalah permainan dengan menggunakan kelereng berbentuk pipih (ohajiki) dengan diameter 1-1.5 cm. Peraturan dasar dari permainan ini adalah kita harus membidik dan menembak ohajiki-ohajiki tersebut. Ohajiki yang berhasil ditembak, boleh diambil sang penembak. Permainan ini lebih sering dimainkan oleh anak perempuan.

5. Daruma Otoshi



Permainan ini menggunakan boneka Daruma yang terdiri dari 5 bagian, biasanya tiap bagian sewarna dengan warna pelangi (biru, merah, kuning, dan hijau). Dimainkan dengan menggunakan palu kecil yang akan memukul tiap bagian, mulai dari bawah ke atas. Selama permainan, selain bagian yang dipukul, bagian lainnya tidak boleh jatuh.

6. Otedama



Otedama biasa dimainkan oleh anak perempuan Jepang. Terdiri dari 5 kantung kecil yang berisi kacang-kacangan. Cara mainnya adalah dengan melempar dan menangkap kantung tersebut. Ada dua formasi dasar dari otedama, yaitu nagedama dan yosedama. Nagedama cara bermainnya adalah dengan melempar dan menangkap, seperti juggling. Yosedama lebih seperti bermain bekel, tetapi dengan menggunakan kantung kecil.

7. Karuta



Karuta adalah permainan kartu bergambar dari Jepang. Permainan ini paling sedikit dimainkan oleh tiga orang pemain, termasuk orang yang membacakan kartu. Karuta sering dimainkan sebagai salah satu tradisi tahun baru Jepang.

8. Ayatori



Ayatori adalah permainan dengan menggunakan tali yang dibuat menjadi berbagai macam bentuk, biasanya dimainkan oleh anak perempuan

9. Kendama



Kendama, mainan ini terdiri dari ken (berbentuk semacam palu) dan Dama/Tama sebuah bola yang terhubung dengan Ken oleh tali. Dalam Kendama, ada 1.000 lebih teknik untuk memainkannya. Teknik paling dasar adalah melemparkan bola ke atas, kemudian menangkapnya dengan menggunakan Ken, baik ke bagian yang berbentuk mangkuk, ataupun ke bagian paling atas dari Ken).

10. Nawatobi (Lompat Tali)



Nawatobi adalah permainan lompat tali di Jepang. Dua orang memegang ujung masing-masing tali dan memutar tali, kemudian pemain lain lompat ke dalam putaran tali tersebut. Dapat juga dimainkan sendirian.

11.Fukuwarai




Permainan ini biasa dimainkan pada tahun baru. Pemain ditutup matanya, lalu dia harus menempelkan bagian-bagian muka (mata, hidung, mulut) ke sebuah papan bergambar muka.

12.Hanetsuki




Hanetsuki sama seperti permainan badminton tanpa menggunakan net. Permainan ini menggunakan raket yang disebut hagoita, terbuat dari kayu berbentuk persegi panjang, dan kok yang berwarna-warni. Sering dimainkan oleh para anak perempuan di tahun baru. Ada 2 cara bermain Hanetsuki. Pertama, bersaing memukul kok tinggi-tinggi selama mungkin. Kedua, saling memukul kok antara pemain satu dengan lainnya (seperti badminton). Pemain yang gagal memukul akan menerima hukuman, yaitu wajahnya akan dicoret dengan menggunakan tinta.

13. Sugoroku



Sugoroku adalah permainan papan dari Jepang, di mana para pemain melemparkan dadu, kemudian menggerakkan bidak mereka sesuai dengan angka pada dadu. Ada 2 cara untuk memainkan Sugoroku. Pertama, Sugoroku dimainkan seperti permainan ular tangga. Kedua, dimainkan seperti permainan backgammon.

14. Origami




Origami adalah jenis permainan tradisional Jepang yang sudah mendunia. Bahkan origami kini lebih dari sekadar permainan, tetapi juga merupakan kesenian budaya Jepang. Padahal origami mulanya memang permainan keterampilan anak-anak di Jepang.

15. Maritsuki/Hugo Temari



Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Mereka akan memantulkan temari (bola yang terbuat dari sutra berwarna-warni) sambil menyanyikan lagu-lagu indah.

16.Kamizumo




Sumo Kertas (Kamizumo) Atau tontonzumo adalah permainan Jepang berupa pertandingan sumo antara dua boneka kertas berbentuk pesumo. Permainan seperti ini sudah dikenal sejak zaman kuno, namun permainan sumo kertas cara Tokugawa ada sekitar tahun 1975.

17. Shogi



Shogi adalah catur Jepang yang dimainkan oleh dua orang di atas papan 9 lajur dan 9 baris yang berwarna sama. Permainan ini diperkirakan berasal dari permainan asal India yang disebut chaturanga. Permainan shogi sekelompok dengan janggi di Korea dan xiangqi dari Cina. Ciri khas shogi adalah memainkan kembali bidak lawan yang sudah ditangkap. Meski sudah naik pangkat, bidak yang tertangkap akan kembali ke pangkat semula. Bidak lawan yang tertangkap menjadi milik pihak yang menangkap, dan dapat diletakkan kembali di atas papan untuk memerangi bekas sekutu. Kedua belah sisi yang bermain dibedakan menjadi sente dan gote. Pemain sente memainkan langkah pertama, diikuti pemain gote, begitu seterusnya secara bergantian hingga selesai. Sama halnya dengan catur, permainan ini dimenangkan setelah melakukan skakmat atau tsumi.

18. Menko




Menko merupakan permainan dengan menggunakan kartu bergambar, berbentuk lingkaran maupun persegi, dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Cara mainnya adalah setiap pemain berusaha membalikkan kartu lawan dengan cara menyerang atau melempar satu kartu ke kartu lainnya. Jika berhasil, kartu yang terbalik boleh diambil. Pemenangnya adalah pemain yang memiliki kartu paling banyak di akhir permainan.

19. Darumasan ga koronda



Darumasan ga korondaadalah permainan rakyat Jepang yang dimainkan oleh tiga orang pemain atau lebih. Penjaga pos yang disebut Oni) berusaha menangkap semua pemain yang tidak dalam keadaan diam ketika kalimat Daruma-san ga koronda (“Boneka Daruma jatuh”) selesai diucapkan. Peserta berusaha mendekati penjaga pos ketika kalimat Daruma-san ga koronda sedang diucapkan. Semua pemain lari bila punggung penjaga pos berhasil ditepuk. Bila sudah ada pemain yang tertangkap dan digandeng oleh penjaga pos, tawanan dapat dibebaskan dengan cara memutuskan gandengan tangan mereka.

20.Kagome Kagome



Kagome Kagome adalah permainan anak-anak di Jepang yang dimainkan sekelompok anak-anak yang bernyanyi sambil berjalan bergandengan tangan melingkari seorang anak yang sedang menjadi oni. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu anak-anak Kagome Kagome. Anak yang menjadi Oni duduk mendekam di tengah lingkaran sambil menutup mata dengan kedua belah tangan. Ketika lagu selesai dinyanyikan, anak itu harus menebak nama anak yang persis ada di belakangnya. Anak yang namanya berhasil ditebak mendapat giliran berjaga. Permainan ini umumnya dilakukan oleh kelompok kecil yang terdiri dari 5 hingga 6 orang anak. Bila peserta terlalu banyak, anak yang sedang menjadi Oni sulit untuk menebak nama anak yang persis ada di belakangnya. Permainan dimulai dengan janken untuk mengundi anak yang akan dijadikan Oni.

Permainan Tradisional Di Jepang

Posted by : Unknown on :Selasa, 24 Januari 2017 With 0komentar

Ritual Kanchu Misogi

|
Baca selengkapnya »
Kanchu-Misogi adalah ritual pemurnian yang diadakan di kuil Kanda Myojin, Kanda, Chiyoda-ku, Tokyo, Jepang.





Ide sentral dari Shinto Jepang adalah “pemurnian” dan disebut “Misogi.” Ritual pembersihan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kekotoran dari seseorang yang mungkin telah melakukan kontak dengan sesuatu yang tidak bersih, dari kotoran hingga penyakit, atau kematian.



Para pemuja yang melakukannya hanya mengenakan celana pendek atau cawat, setelah berdoa dan melantunkan puji-pujian di hadapan para Dewa, mereka menyiramkan seember air es yang dingin ke atas tubuh mereka sendiri untuk memurnikan jiwa mereka. Suhu di luar ruanggansudah dekat titik beku nol derajat. Para peserta yang mengikutinya banyak yang telah berusia 20 tahun pada tahun ini termasuk beberapa wanita.


Ritual Kanchu Misogi

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Belajar Tata Cara Minum Teh Di Jepang

|
Baca selengkapnya »
Kebiasaan minum teh di Jepang merupakan ritual tradisional dalam menyajikan teh untuk tamu. Dan upacara ini sering disebut dengan Chanoyu. Chanoyu sendiri dapat diartikan “air panas untuk teh”. namun kemudian berkembang lebih luas menjadi upacara minum teh dalam tradisi Jepang.


Dalam upacara Chanoyu, teh disiapkan oleh seorang ahli khusus dengan tata cara tertentu, dan tidak dapat sembarang orang menjadi ahli Chanoyu. Untuk dapat menjadi ahli Chanoyu, haruslah mempunyai pengetahuan mendalam tentang tipe teh, kimono, kaligrafi Jepang, ikebana, dan berbagai pengetahuan tradisional lain.




Inilah beberapa tata cara meminum teh di Jepang



1. Seorang ahli Chanoyu menyiapkan teh dan memberikan cangkir kepada tamu (biasanya lelaki diberi cangkir yang simple dan wanita diberi cangkir bunga.


2. Posisi duduk dengan dada tegap dan kaki dilipat ke belakang (bagi muslim seperti duduk diantara dua sujud).

3. Sebelum menempelkan cangkir ke bibir, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan tangan kanan harus memutar cangkir 180 derajat dalam tiga putaran. Jika kita lupa melakukan hal ini maka kita dianggap tidak sopan dan tuan rumah akan tersinggung. Karena gambar bunga-bunganya harus terlihat di depan sehingga tuan rumah mengetahui bahwa kita sangat menikmati teh tersebut.

4. Ketika teh habis, untuk menghormati tuan rumah kita harus membuat suara seperti menyeruput dengan tujuan bahwa teh itu benar-benar dinikmati.

5. Lap bagian ujung cangkir dengan tangan kanan.

6. Putar cangkir berlawanan dengan arah jarum jam dan kembalikan ke tuan rumah.

Upacara minum teh ini biasa diadakan pada sebuah ruang tertentu yang disebut Chasitsu (ruang teh). Terdapat 2 jenis Chasitsu, yaitu sebuah bangunan tersendiri yang terdiri dari beberapa ruang [di Inggris juga memiliki tradisi minum teh, dikenal sebagai tea houses/rumah teh], atau ruangan yang berada dalam suatu bangunan namun dikhususkan untuk upacara minum teh [dikenal di Inggris sebagai tea rooms/ruang teh]. Rumah teh biasanya berupa bangunan sederhana yang kecil, terbuat dari kayu. Letaknya di area yang terpisah pada bagian yang tenang. Namun pada masa kini biasanya terdapat di kebun atau taman. Sedangkan ruangan teh biasanya berupa ruangan kecil di dalam rumah, kuil, biara, sekolah atau bangunan lain. Di rumah Jepang, ruangan dengan lantaitatami bisa digunakan sebagai ruangan teh, sekaligus untuk fungsi yang lain juga.

Belajar Tata Cara Minum Teh Di Jepang

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Prev
▲Top▲